Sejumlah Polisi India Perkosa Pemberontak Maoisme

  • Sejumlah Polisi India Perkosa Pemberontak Maoisme
  • Sejumlah Polisi India Perkosa Pemberontak Maoisme
International

New Delhi - Sejumlah personil polisi dituduh memperkosa dan memukuli 16 perempuan asal Chhattisgarh, kawasan yang dikuasai pemberontak Maois, India.

The Guardia melaporkan Selasa (10/1/2017), komisi nasional hak-hak asasi manusia, NHRC mengungkapkan terjadi 20 kasus pelanggaran yang tengah diteliti. 16 di antaranya adalah kasus penyiksaan dan perkosaan yang dilakukan petugas keamanan India, bunyi pernyataan NHRC.

Sementara itu, laporan investigasi yang diterbitkan harian the Indian Express menyebutkan sejumlah petugas polisi melakukan pelecehan terhadap kaum perempuan dari sejumlah desa di Bijapur, selama operasi pemberantasan gerilyawan komunis Oktober 2015.

Bahkan, banyak di antara kasus tersebut, dilakukan para pelakunya secara masal. Sekitar 40 perempuan mengaku ditelanjangi dan mengalami pelecehan seksual dan diperkosa, tutur seorang anggota WSS, Kelompok anti Kekerasan dan Penindasan terhadap Perempuan.

Seorang gadis berusia 14 tahun yang tengah menggembalakan ternak diperkosa oleh sejumlah petugas polisi. Kenapa Pemerintah Chhattisgarh tidak memberikan kompensasi seharga US$4 ribu kepada para korban,'' tutur anggota kelompok itu.

Kishore Narayan, wakil 14 korban pemerkosaan menyatakan, pihak NHRC mendukung temuan itu, dan menuduh pihak kepolisian India menutupi kasus tersebut. Nama-nama anggota polisi pelakunya sudah diberikan, tapi mereka dibiarkan bebas, ujar Narayan.

Chhattisgarh yang sekitar 1.600 kilometer dari Delhi, merupakan koridor merah yang membentang dari Andhra Pradesh ke Bengali Barat. Kawasan ini dihuni ribuan pemberontak komunis Maoisme yang melawan pemerintah India sejak 50 tahun. Ribuan penduduk sipil, kebanyakan kaum miskin dan suku setempat, tewas dalam perlawanan dengan pasukan pemerintah. Sebaliknya kelompok Maois itu, melakukan aksi kekerasan terhadap penduduk sipil, termasuk melakukan sabotase kereta api di Bengali Barat yang menewaskan 100 penumpang.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!